ASIA PACIFIC ECONOMIC COOPERATION (APEC)   Leave a comment

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembentukan APEC

Konverensi negara-negara kawasan Asia Pasifik yang dilaksanakan atas prakarsa Perdana Menteri Australia Bob Hawkepada bulan November 1989 di Canberra merupakan forum antar pemerintah yang kemudian dikenal dengan nama “Asia Pacific Ekonomic Cooperation” atau disingkat APEC pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Australia Gareth Evans. Dihadiri oleh menteri politik dari dua belas negara, pertemuanditutup dengankomitmenuntukpertemuantahunanselanjutnya diSingapuradanKorea Selatan.Latar belakang berdirinya APEC ditandai dengan kebutuhan pembangunan ekonomi regional akibat globalisasi sistem perdagangan, dan adanya perubahan berbagai situasi politik dan ekonomi dunia sejak pertengahan tahun 1980-an

Kemajuan teknologi di bidang transportasi dan telekomunikasi semakin mendorong percepatan perdagangan global yang ditandai dengan adanya perubahan-perubahan yang cepat pada pasar uang, arus modal, dan meningkatnya kompetisi untuk memperoleh modal, tenaga kerja terampil, bahan baku, maupun pasar secara global. Globalisasi perdagangan ini mendorong meningkatnya kerja sama ekonomi di antara negara-negara seka-wasan seperti Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) yang menerapkan sistem pasar tunggal untuk Eropa; North American Free Trade Area (NAFTA) di kawasan Amerika Utara; ASEAN Free Trade Area (AFTA) di kawasan Asia Tenggara; dan Closer Economic Relations (CER) yang merupakan kerja sama ekonomi antara Australia dan Selandia Baru.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada dekade 80-an juga ditandai oleh berakhirnya perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dan diikuti dengan berkurangnya persaingan persen-jataan. Forum-forum internasional yang seringkali didominasi dengan pembahasan masalah pertahanan dan keamanan, mulai digantikan dengan pembahasan masalah-masalah ekonomi dan perdagangan. Sejalan dengan perubahan tersebut, timbul pemikiran untuk mengalihkan dana yang semula digunakan untuk perlombaan senjata ke arah kegiatan yang dapat menunjang kerja sama ekonomi antar negara.

Kerja sama APEC dibentuk dengan pemikiran bahwa dinamika perkembangan Asia Pasifik menjadi semakin kompleks dan di antaranya diwarnai oleh perubahan besar pada pola perdagangan dan investasi, arus keuangan dan teknologi, serta perbedaan keunggulan komparatif, sehingga diperlukan konsultasi dan kerja sama intra-regional. Anggota ekonomi APEC memiliki keragaman wilayah, kekayaan alam serta tingkat pembangunan ekonomi, sehingga pada tahun-tahun pertama, kegiatan APEC difokuskan secara luas pada pertukaran pandangan (exchange of views) dan pelaksanaan proyek-proyek yang didasarkan pada inisiatif-inisiatif dan kesepakatan para anggotanya.

BAB II
PEMBAHASAN

 

B. Tujuan Pendirian APEC

Pada Konperensi Tingkat Menteri (KTM) I APEC di Canberra tahun 1989, telah disepakati bahwa APEC merupakan forum konsultasi yang longgar tanpa memberikan “Mandatory Consequences” kepada para anggota-nya. Dari kesepakatan yang diperoleh dalam pertemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa APEC memiliki dua tujuan utama:

1. Mengupayakan terciptanya liberalisasi perdagangan dunia melalui pembentukan sistem perdagangan multilateral yang sesuai dengan kerangka GATT dalam rangka memajukan proses kerja sama ekonomi Asia Pasifik dan perampungan yang positif atas perundingan Putaran Uruguay.

2. Membangun kerja sama praktis dalam program-program kerja yang difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang menyangkut penyelenggaraan kajian-kajian ekonomi, liberalisasi perdagangan, investasi, alih teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Sesuai kepentingannya, APEC telah mengembangkan suatu forum yang lebih besar substansinya dengan tujuan yang lebih tinggi, yaitu membangun masyarakat Asia Pasifik dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang merata melalui kerja sama perdagangan dan ekonomi. Pada pertemuan informal yang pertama para pemimpin APEC di Blake Island, Seattle, Amerika Serikat tahun 1993, ditetapkan suatu visi mengenai masyarakat ekonomi Asia Pasifik yang didasarkan pada semangat keterbukaan dan kemitraan; usaha kerja sama untuk menyelesaikan tantangan-tantangan dari perubahan-perubahan; pertukaran barang, jasa, investasi secara bebas; pertumbuhan ekonomi dan standar hidup serta pendidikan yang lebih baik, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

C.KEANGGOTAAN APEC

            Keanggotaan APEC meliputi kawasan Asia, kawasan Australia dan kawasan Amerika, dengan rincian sebagai berikut :

  • Kawasan Asia : Indoensia, Brunei Darussalam,Malaysia, Filipina, singapura, Thailand, cina, jepang, korea, dan Taiwan.
  • Kawasan Australia : Australia, selandia baru, papua nugini.
  • Kawasan Amerika :  Amerika serikat, kanada, Chili, dan Meksiko. Selain itu juga keanggotaan APC terbagi ke dalam 3 tingkatan yakni sebagai berikut :

§  Peserta Anggota (member participant)

Pada awal pembentukkannya anggota APEC terdiri atas : Amerika Serikat

§  Australia

§  Brunei Darussalam

§  Filipina

§  Indonesia

§  Thailand

Dalam perkembangannya anggota APEC terus bertambah. Pada pertemuan ke tiga APEC di Seoul, Korea Selatan Pada y\tahun 1991, anggota APEC bertambah 3 negara , yaitu :

§  Cina

§  Taiwan

§  Hongkong

Pada pertemuan ke lima APEC di Blake Island Seattle, Amerika Serikat pada tahun 1993 masuk 3 negara lagi sebagai anggota baru APEC yaitu :

§  Chilli

§  Meksiko

§  Papua Nugini

Sedangkan pada pertemuan ke sepuluh di Kuala Lumpur, Malysia pada tahun 1998, anggota APEC bertambah 3 negara lagi, yaitu :

§  Peru

§  Rusia

§  Vietnam

 

Indonesia merupakan salah satu negara yang berperan aktif dalam pembentukan APEC maupun pengembangan kerjasamanya. Keikutsertaan Indonesia dalam APEC sangat didorong oleh kepentingan Indonesia untuk mengantisipasi dan mempersiapkan diri dalam menghadapi perdagangan dunia yang bebas sekaligus mengamankan kepentingan nasional RI. Kontribusi Indonesia terbesar bagi APEC adalah disepakatinya komitmen bersama yang dikenal juga sebagai ‘Tujuan Bogor’ (Bogor Goals) yaitu liberalisasi perdagangan dan investasi secara penuh pada tahun 2010 untuk ekonomi yang sudah maju, dan tahun 2020 untuk ekonomi berkembang. Komitmen ini menjadi dasar dalam berbagai inisiatif untuk mendorong percepatan penghapusan tarif perdagangan maupun investasi antar anggota APEC.

D.MANFAAT APEC BAGI INDONESIA

1. APEC merupakan forum yang fleksibel untuk membahas isu-isu ekonomiinternasional.

2. APEC merupakan forum konsolidasi menuju era perdagangan terbuka dan sejalandengan prinsip perdagangan multilateral

3. Peningkatan peran swasta dan masyarakat Indonesia menuju liberalisasiperdagangan

Salah satu pilar APEC yaitu fasilitasi perdagangan dan investasi secara langsungakan memberikan dampak positif bagi dunia usaha di Indonesia yakni kemudahanarus barang dan jasa dari Indonesia ke anggota APEC lainnya. Beberapa inisiatifAPEC yang memberikan manfaat kepada dunia usaha di Indonesia antara lainmelalui pelaksanaan APEC Business Travel Card (ABTC) serta penyederhanaanprosedur kepabeanan.

4. Peningkatan Human and Capacity Building

Indonesia dapat memanfaatkan proyek-proyek APEC untuk peningkatan kapasitasdan peningkatan sumber daya manusia, baik yang disponsori oleh anggotaekonomi tertentu maupun melalui skema APEC.

5. Sumber peningkatan potensi ekonomi perdagangan dan investasi IndonesiaPe mbentukan APEC telah memberikan manfaat terhadap peningkatan arusbarang, jasa maupun pertumbuhan ekonomi negara anggota APEC. Indonesiamemiliki potensi untuk memanfaatkan potensi pasar APEC bagi peningkatanekspor maupun arus investasi, khususnya karena mitra dagang utama Indonesiasebagian besar berasal dari kawasan APEC.

6. APEC sebagai forum untuk bertukar pengalaman

Forum APEC yang pada umumnya berbentuk “policy dialogue” memiliki manfaatyang sangat besar terutama untuk menarik pelajaran dan pengalaman positifmaupun negatif (best practices) anggota APEC lainnya dalam hal pengambilandan pembuatan kebijakan liberalisasi perdagangan dan investasi.

7.Memproyeksikan kepentingan-kepentingan Indonesia dalam konteks ekonomiinternasional

8. APEC merupakan salah satu forum yang memungkinkan Indonesia untukmemproyeksikan kepentingan-kepentingannya dan mengamankan posisinyadalam tata hubungan ekonomi internasional yang bebas dan terbuka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

E.Struktur APEC

Catatan:

1. CTI membawahi Sub Committee/Experts Groups: Sub Committee on Standards (SCSC) and Conformance, Sub-Committee on Customs Procedures (SCCP), Market Access Group (MAG), Group on Services (GOS), Investment Experts Group (IEG), Intellectual Property Rights Experts Group (IPEG), Government Procurement Experts Group (GPEG), Informal Experts’ Group on Business Mobility, Competition Policy/Deregulation Group (CPDG), WTO Capacity Building Group (WTOCB), Strengthening Economic Legal Infrastructure (SELI). CTI juga membawahi Business-Government Dialogues: APEC Automotive Dialogue dan APEC Chemical Dialgoue.

2. SOM Special task Groups membawahi: Streering Group on E-commerce, Counter

Terrorism Task Force, Gender Focal Point Network.

3. Working Group yang berada dibawah Sectoral Ministerial Meeting: Agricultural Technical Cooperation, Energy, Fisheries, Human Resources Development, Industrial Science and Technology, Marine Resources Conservation, Small &Medium Enterprises, Telecommunication & Information, Tourism, Trade Promotion, Transportation.

 

Kelembagaan APEC didukung sepenuhnya oleh enam unnit organisasi dan sub-kommite dibawah koordinasi SOM (Senior Officials Meeting).

(1)     APEC Economic LeadersMeeting (AELM)

Merupakan pertemuan tahunan yang menentukan arah kerjasam ekonomi APEC.

(1)             Ministerial Meeting (MM)

Pertemuan dihadiri para Menteri Luar Negri dan Menteri Perdagangan Ekonomi untuk memutuskan suatu program kerjasama APEC.

(2)            Sectoral Ministerial Meetings

Pertemuan para Menteri lainnya dibidang Pendidikan, energi, keuangan, pengembangan sumber daya manusia, kerjasama ilmmu pengetahuan dan tekhnologi regional, usaha kecil dan menengah, industri telekomunikasi dan informasi, perdagangan dan perhubungan.

(3)            APEC Business Advisory  Council (ABAC)

Merupakan Badan permanen dari sektor bisnis dan swasta yang turut memberikan masukan dan usulan kepada para yang turut memberikan masukan dan usulan kepada Para Pemimpin APEC mengenai hal-hal terkait dengan agenda liberalisasi, fasilitasi perdagangan dan investasi.

(4)            APEC Secretariat

Mendukung kegiatan daripada komite dan working group serta berperan melaksanakan program APEC dan jasa pelayanan informasi lewat melalui e-mail : Info@mail.apecsec.org.sg dan website :

http://www.apecsec.org.sg

(5)            Senior Officials’ Meeting (SOM)

Untuk mempersiapkan pertemuan tingkat Meteri berdasarkan rekomendasi dari Menteri guna membahas implementasi kebijakan AELM dibidang : Liberalisasi perdagangan dan investasi (tarif dan non-tarif, barang dan jasa), Rencana kesepakatan sub-kommite :

6.1 Sub-Commite on ECOTECH (ESC), membawahi kelompok infrastruktur ekonomi.

6.2 Budgeet & Management Committee, bertugas mengembangkan, mengadministrasikan dan memberikan masukan kepada SOM mengenai anggaran.

6.3 Committee on Trade and Investment (CTI) : memberikan masukan terhadap masalah dibidang perdaganan dan investasi dan mengupayakan inisiatif liberalisasi dan fasilitasi dari kedua instrumen pokok kerjasama APEC yang dijabarkan dalam RAK dan RAI.

6.4 Economic Committee/EC, kelompok gugus tugas wawasan ini mengkaji berbagai kondisi dan prospek ekonomi, mengembangkan efisiensi yang trkait dengan pertumbuhan ekonomi di kawasan APEC.

6.5 Workking group, kelompok ini berfungsi untuk mengembangkan sektor atau bidang-bidang kerjasama.

6.6 SOM Task Force.

 

 

 

 

F.RUANG LINGKUP APEC

APEC menggunakan tiga pilar utama sebagai kunci pencapaian tujuannya;

· Liberalisasi Perdagangan dan Investasi

Liberalisasi Perdagangan dan Investasi dimaksudkan untuk mengurangi dan

apabila memungkinkan menghapuskan hambatan tariff dan non tariff. Upaya

tersebut difokuskan pada pembukaan pasar untuk meningkatkan perdagangan

dan investasi.

· Fasilitasi bisnis

Fasilitasi bisnis memfokuskan kegiatan pada upaya untuk mengurangi biaya

transaksi, meningkatkan akses pada informasi perdagangan, memaksimalkan

manfaat dari teknologi informasi dan menyesuaikan kebijakan dan strategi bisnis

untuk mendorong pertumbuhan dan mencapai keterbukaan perdagangan dan

investasi.

· Kerjasama Ekonomi dan Teknik

ECOTECH memberikan kesempatan pada anggota ekonomi APEC untuk

meningkatkan kapasitasnya melalui pelatihan dan kerjasama sehingga mampu

menarik manfaat dari perdagangan dunia dan ekonomi baru (new economy).

Hasil dari ketiga pilar tersebut akan memperkuat ekonomi anggota APEC melalui

pemanfaatan maksimal sumber daya dan meningkatkan efisiensi.

Rangkaian Pertemuan Para Pemimpin APEC Blake Island, 20 November 1993

Dengan tuan rumah Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, para Pemimpin APEC mengadakan Pertemuan Informal untuk pertama kalinya di Blake Island, Seattle, Washington. Pada pertemuan tersebut disepakati bahwa Visi APEC adalah :

          memanfaatkan kekuatan dari keberagaman ekonomi negara anggota memperkuat kerja sama dalam rangka meningkatkan kemak-muran;

          membangun semangat keter-bukaan dan kemitraan yang mendalam;

          mencapai pertumbuhan ekonomi yang dinamis dan berkelanjutan;

          berperan serta dalam memper-kuat perekonomian dunia;

          mendorong terciptanya sistem perdagangan internasional yang terbuka;

          mengurangi hambatan perda-gangan dan investasi;

          memanfaatkan kemajuan di bidang telekomunikasi dan transportasi;

          melindungi kualitas udara, air, dan kawasan hijau;

          mengatur dan memperbaharui sumber-sumber energi untuk memberikan rasa aman pada masa yang akan datang.

Bogor, 15 November 1994

Pada Pertemuan Para Pemimpin APEC kedua ini yang menjadi pokok bahasan adalah arah ekonomi APEC pada 25 tahun mendatang. Dalam deklarasi mereka yang dikenal dengan “Declaration of Common Resolve” , Para Pemimpin ekonomi menyetujui untuk menentukan sasaran mengenai waktu perdagangan dan investasi bebas di wilayah APEC, yakni:

          tahun 2010 bagi anggota ekonomi maju (industrialized economies);

          tahun 2020 bagi anggota ekonomi yang sedang berkembang (developing economies).

Selanjutnya APEC akan memberikan kesempatan bagi anggota ekonomi yang sedang berkembang untuk meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonominya secara berkesinam-bungan dan pembangunan yang merata dalam rangka menjaga kestabilan perekonomiannya.

Osaka, 19 November 1995

Pada pertemuan ketiga di Osaka, Jepang, Para Pemimpin APEC mulai menterjemahkan Visi Blake Island and Declaration of Common Resolve/ Bogor dalam suatu cetak biru untuk melaksanakan komitmen mereka atas perdagangan dan invesatsi yang bebas dan terbuka, fasilitasi bisnis, dan kerja sama ekonomi serta kerjasama tehnik antar anggota. Agenda pembahasan yang dikenal dengan Aksi Osaka terdiri dari dua bagian pokok yaitu:

– bagian pertama, menyangkut masalah liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan invesatsi,
– bagian kedua, menyangkut kerja sama ekonomi dan tehnik di bidang energi dan transportasi, infrastruktur, usaha kecil dan menengah, dan teknologi pertanian.

Untuk mewujudkan pelaksanaan Agenda Aksi Osaka ini telah ditetapkan Rekening Khusus untuk pembiayaan proyek-proyek yang mendukung agenda tersebut.

Manila, 25 November 1996

Pertemuan keempat Para Pemimpin APEC telah meng-hasilkan suatu rencana aksi yang dikenal dengan nama Manila Action Plan for APEC atau MAPA, di antaranya Rencana Aksi Individual (RAI) dan Rencana Aksi Kolektif (RAK). Dalam pertemuan ini dilaporkan kemajuan atas kegiatan bersama para anggota APEC untuk mencapai sasaran Deklarasi Bogor mengenai perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka di wilayah APEC pada tahun 2010 dan 2020; serta kegiatan bersama di antara para anggota sesuai dengan bagian kedua dari Agenda Aksi Osaka. MAPA menyerukan enam thema untuk Aksi tersebut, yaitu :

          peningkatan akses pada pasar barang;

          peningkatan akses pada pasar jasa,

          sistem investasi yang terbuka,

          penurunan biaya usaha,

          sektor infrastruktur yang terbuka dan efisien,

          peningkatan kerja sama ekonomi dan teknik.

Dalam rangka kerja sama ekonomi dan tehnik ditetapkan enam bidang kerja sama, yaitu:

          pengembangan sumber daya manusia,

          pengembangan pasar modal yang aman dan efisien,

          upaya memperkuat infrastruktur ekonomi,

          pemanfaatan teknologi masa depan,

          peningkatan pertumbuhan yang berkesinambungan,

          pertumbuhan usaha kecil dan menengah.

Vancouver, November 1997

Dalam Pertemuan kelima Para Pemimpin APEC, Para Pemimpin menegaskan kembali komitmen dan keinginan mereka atas usaha untuk mengembangkan Rencana Aksi Individu (RAI) dan memperbaiki Rencana Aksi tersebut setiap tahun. Para Pemimpin APEC mengesahkan kesepakatan para menteri APEC yang menyatakan bahwa Aksi Individu tersebut akan dilaksanakan sejalan dengan liberalisasi sektoral sukarela yang dipercepat (Early Voluntary Sectoral Liberalization atau disingkat EVSL) pada 15 sektor dengan ketentuan akan diajukan pada tahun 1998, dan dilaksanakan mulai tahun 1999. Para Pemimpin APEC yakin bahwa partisipasi penuh dan aktif dari para anggota ekonomi dalam mendukung WTO merupakan kunci pokok bagi kemampuan APEC untuk melanjutkan dan memperkuat sistem perdagangan global. Para Pemimpin juga menyambut baik kemajuan forum-forum APEC dalam melibatkan dunia usaha, para akademisi dan ahli, kelompok wanita dan pemuda dalam kegiatan pada tahun 1997, serta mendorong mereka untuk melanjutkan usaha-usaha tersebut.

Kuala Lumpur, November 1998

Pertemuan keenam ini menitikberatkan pada strengthening the Foundation for Growth. Para Pemimpin APEC menegas-kan keyakinannya atas fundamental ekonomi yang kuat dan prospek pulihnya ekonomi Asia Pasifik. Mereka menyetujui untuk mengejar suatu strategi pertumbuhan secara bersama guna mengakhiri krisis keuangan. Mereka menjanjikan usaha-usaha memperkuat jaring pengaman sosial, sistem keuangan, arus perdagangan dan investasi, penerapan ilmu dan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur ekonomi, dan keterkaitan antara usaha dan perdagangan sehingga memberikan dasar dan penetapan langkah untuk menuju pertumbuh-an yang berkesinambungan pada abad 21. Pada Pertemuan tersebut disetujui pula mengenai Kuala Lumpur Action Program on Skills Development yang bertujuan untuk mendukung terciptanya pertumbuhan yang berkesinam-bungan serta merata, yaitu dengan mengurangi disparitas ekonomi dan mengembangkan kehidupan sosial masyarakat melalui pengembangan keahlian/kecakapan.

New Zealand, 12-13 September 1999

Fokus utama pertemuan ketujuh Para Pemimpin APEC adalah untuk merespon krisis keuangan Asia 1997, menanam-kan kembali kekuatan pertum-buhan dan investasi di wilayah APEC dengan mendorong liberali-sasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi, serta memperkuat kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia. Pada per-temuan New Zealand ini ada tiga pokok thema yang dibahas, yaitu :

          liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi, usaha memperkuat pasar,

          upaya mengembangkan du-kungan terhadap APEC.

Brunei Darussalam, 15-16 November 2000

Pada tanggal 15-16 November 2000, Para Pemimpin APEC mengadakan pertemuan ke-8 di Bandar Seri Begawan. Ada 3 subtema yang dibahas pada pertemuan tersebut, yaitu : Building Stronger Foundations, Creating New Opportunities, dan Making APEC Matter More. Pembahasan tersebut menekan-kan pada kelanjutan usaha penguatan pasar, pemanfaatan revolusi teknologi, dan peningkatan hubungan dengan masyarakat APEC secara luas. Subtema-subtema tersebut dirancang untuk mengakomodasi 3 bidang yang merupakan prioritas utama bagi kegiatan APEC tahun 2000, yakni : Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Sumber Daya Manusia (SDM), dan Teknologi Informasi (TI).

 

H.  Tabel KTT APEC

No

Tanggal

Negara

Kota

Seragam Foto

1

6-7 November 1989

Australia

Canberra

Tidak ada

2

29-31 Juli 1990

Singapura

Singapura

Tidak ada

3

12-14 November 1991

Korea Selatan

Seoul

Tidak ada

4

10-11 September 1992

Thailand

Bangkok

Tidak ada

5

19-20 November 1993

Amerika Serikat

Seattle

Jaket Penerbang

6

15 November 1994

Indonesia

Bogor

Baju batik

7

19 November 1995

Jepang

Osaka

Bussines suits

8

25 November 1996

Filipina

Manila/ Subic

Barong Tagalong

9

24-25 November 1997

Kanada

Vancouver

Jaket kulit

10

17-18 November 1998

Malaysia

Kuala Lumpur

Baju batik

11

12-13 September 1999

Selandia Baru

Auckland

Jaket berlayar

12

15-16 November 2000

Brunei

Brunei

Baju kain tenuanan

13

20-21 Oktober 2001

China

Shanghai

Sutra embroided jackets

14

26-27 Oktober 2002

Meksiko

Los Cabos

Guayabera Shirts huipiles

15

20-21 Oktober 2003

Thailand

Bangkok

Brocade shirts brocade

16

20-21 November 2004

Chilli

Santiago

Chamanto

17

18-19 November 2005

Korea Selatan

Busan

Hanbok

18

18-19 November 2006

Vietnam

Hanoi

Ao dai

19

8-9 September 2007

Australia

Sydney

 

20

November 2008

Peru

Lima

 

21

November 2009

Singapura

Singapura

 

22

November 2010

Jepang

 

 

 

Sekretariat APEC

Sekretariat APEC dibentuk pada tahun 1993. Para pegawai Sekretariat APEC terdiri atas 21 pejabat dari seluruh negara anggota ekonomi dan beberapa orang staf lokal. Sekretariat APEC dipimpin oleh seorang Direktur Eksekutif dengan masa tugas satu tahun dan berasal dari negara anggota ekonomi yang sedang menjadi ketua APEC.

Sekretariat APEC berfungsi untuk:

          menunjang mekanisme kegiat-an APEC

          menyediakan “advisory” teknis untuk koordinasi pembinaan bidang perdagangan

          mengenalkan dan menginfor-masikan peranan APEC kepada masyarakat dunia.

Apa Prinsip Umum Kerjasama APEC ?

(1)            Menyeluruh (comprehensiveness): yaitu mencakup semua hambatan terhadap sistem perdaganan dan investasi yang bebas dan terbuka.

(2)            Konsisten WTO (WTO-consistency): yaitu langkah liberalisasi dan fasilitasi konsisten dengan WTO.

(3)            Kesebandingan (comparability): yaitu mewujudkan kesebandingan langkah liberalisasi dan fasilitasi yang ditempuh anggota.

(4)            Tidak memihak (non-discrimination): yaitu hasil liberalisasi dan fasilitasi dinikmati oleh anggota maupun non-anggota AAPEC.

(5)            Transparan (transparency): yaitu menjamin transparansi peraturan agar terwujjud iklim usaha yang pasti.

(6)            Standstill: yaitu menahan untuk tidak menerapkan kebijakan yang menambah tingkat proteksi.

(7)            Simultaneous start, Continuous Process & Differentiated Timetable: yaitu proses liberalisasi dan fasilitasi dimulai segera, berkesinambungan dan tetap memperhatikan tingkat pembangunan masing-masing anggota.

(8)            Fleksibel (flexibility): yaitu fleksibilitas dimungkinkan untuk menghadapi isu yang muncul dari perbedaan tingkat pembangunan masing-masing anggota.

(9)            Kerjasama (cooperation): yaitu kerjasama ekonomi dan tekhnik yang mendukung liberalisasi dan fasilitasi akan ditempuh secara aktif.

 

 

BAB III

Kesimpulan

APEC adalah singkatan dari Asia-Pasific Economic Coorperation atau Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik. APEC merupakan suatu organisasi kerja sama internasional (Negara-negara Asia Pasifik) yang berdiri pada tahun 1989. Anggota-anggotanya adalah gabungan antara Negara Industri maju dengan Negara berkembang. APEC bertujuan mengukuhkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas Negara-negara di Asia Pasifik, serta untuk memotivasi Negara-negara regional pasifik dalam menciptakan siste, perdagangan yang lebih terbuka.

KKT APEC diadakan setiap tahun di Negara-negara anggota. Pertemuan pertama organisasi APEC diadakan di Canberra, Australia pada tahun 1989. APEC menghasilkan “ Deklarasi Bogor” pada KTT 1994 di Bogor yang bertujuan untuk menurunkan bea cuka hingga nol dan lima persen di lingkungan Asia Pasifik untuk Negara maju paling lambay 2010 dan untuk Negara berkembang selambat-lambatnya tahun 2020.

Posted Desember 14, 2011 by katakatakita in umum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: